• November 10, 2019
garuda indonesia

Beberapa Strategi Garuda Indonesia Atasi Krisis yang Melanda

Rentaekipo – Garuda bisa dikatakan menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik yang ada di Indonesia. Maskapai ini memberikan pelayanan yang baik dan prima kepada para penumpang hingga bisa dikatakan Garuda Indonesia selalu memuaskan para penumpang mereka. Hanya saja, kini krisis Garuda terjadi dan mereka sedang berusaha mengatasi.

Krisis yang terjadi pada Garuda adalah buah dari krisis ekonomi yang menyambar Asia beberapa waktu yang lalu. Karena terpaan krisis yang terlalu kuat, Garuda pun terkena imbasnya. Maskapai penerbangan ini mengalami penurunan pemasukan yang cukup signifikan. Kondisi ini tentu buruk terlebih dengan persaingan penerbangan yang semakin ketat.

Selain itu, krisis yang terjadi masih ditambah masalah lain yang tidak kalah runyam. Peningkatan harga bahan bakar menjadi sebab lain yang menjadi ganjalan. Harga bahan bakar yang naik mau tidak mau membuat biaya penerbangan meningkat. Padahal, di satu sisi para penumpang mendambakan penerbangan yang terjangkau.

garuda indonesia

Strategi Untuk Mengatasi Kritis

Garuda bukannya tinggal diam mengenai krisis yang terjadi dan menerpa mereka. Seluruh manajemen Garuda mengatur strategi yang tepat untuk menyelamatkan nasib salah satu maskapai terbaik yang ada di Indonesia ini.

Adapun beberapa strategi yang dilakukan pihak Garuda untuk mengatasi krisis yang terjadi adalah sebagai berikut:

1. Menjaga kualitas

Kualitas pelayanan memang menjadi hal yang dijaga dengan benar oleh pihak Garuda. Hal ini dikarenakan pelayanan yang terbaik akan menjadi sebab kenapa penumpang memilih mereka untuk maskapai penerbangan terbaik yang menemani perjalanan. Oleh karenanya, meskipun krisis sedang melanda, namun pelayanan Garuda tetap akan prima.

Ada banyak poin yang menjadi highlight mengenai upaya untuk menjaga kualitas layanan dari Garuda. Dalam hal ini, salah satu upaya yang dilakukan adalah on-time performance. Maksudnya adalah Garuda akan berusaha untuk terus tepat waktu baik dalam keberangkatan ataupun dalam hal sampai di tujuan.

2. Penghematan biaya lain

Untuk menekan biaya yang dikeluarkan untuk pelayanan penerbangan, mau tidak mau Garuda harus melakukan penghematan biaya lain. Penghematan ini adalah langkah konkret yang tepat yang bisa dilakukan. Dengan penghematan biaya yang dilakukan, tentu saja operasional dari Garuda bisa dikurangi sehingga kerugian tidak akan terjadi.

Terkait penghematan biaya ini, akan ada beberapa hal yang dilakukan. Salah satu hal yang dilakukan untuk penghematan adalah mengoptimalkan pesawat CRG dan juga ATR yang dimiliki. Dengan ide ini, maka Garuda bisa melakukan penghematan terkait biaya di mana nantinya akan mendongkrak pendapatan dari maskapai tersebut.

3. Menurunkan jumlah penerbangan

Meskipun semakin banyak penerbangan akan mendatangkan keuntungan yang semakin berlipat, Garuda kini berupaya untuk menurunkan jumlah penerbangan di beberapa tujuan tertentu. Ini adalah cara lanjutan yang dilakukan agar biaya operasional tidak membengkak dan balance pendapatan serta pengeluaran bisa dicapai dengan maksimal.

Sebagai contoh, penerbangan menuju ke Surabaya biasanya adalah sebanyak 20 kali. Namun, dalam hal ini, Garuda menguranginya menjadi hanya 10 kali. Ini adalah strategi yang bisa dikatakan cukup radikal. Namun, penyusutan jumlah penerbangan ini cenderung masuk akal karena pada nyatanya, permintaan penerbangan ke Surabaya hanya berkisar 10 kali.

Beberapa strategi di atas menjadi hal yang kini dilakukan oleh Garuda. Ke depan, Garuda Indonesia akan selalu berusaha memperbaiki kualitas layanan dan berharap krisis akan mereda. Jika krisis reda, maka penerbangan bisa kembali normal dan tentu saja harga dari tiket yang ditawarkan juga akan cenderung lebih stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.